Cara Menulis Soal Pilihan Ganda yang Baik
Soal pilihan ganda punya reputasi buruk: dianggap hanya mengukur hafalan. Sebenarnya yang buruk bukan bentuknya, melainkan cara menulisnya. Soal pilihan ganda yang disusun dengan benar bisa menguji penalaran, dan yang lebih penting, memberi tahu Anda bagaimana seseorang salah paham.
Bagian-bagian sebuah soal
Satu soal terdiri dari pokok soal (pertanyaannya), kunci (jawaban benar), dan pengecoh (pilihan salah). Hampir semua masalah soal pilihan ganda berasal dari pengecoh yang dibuat asal-asalan.
Aturan untuk pokok soal
- Pertanyaannya harus utuh sebelum pilihan dibaca. Tutup pilihannya dengan tangan; kalau pokok soal masih bisa dijawab, berarti sudah benar. Kalau tidak, pokok soalnya belum selesai.
- Hindari bentuk negatif. "Manakah yang BUKAN…" membuat orang yang paham materi tetap salah karena salah baca. Kalau terpaksa dipakai, tebalkan kata negatifnya.
- Buang kata yang tidak dipakai. Cerita pengantar sepanjang tiga kalimat menguji kecepatan membaca, bukan pemahaman.
Aturan untuk pengecoh
Ini inti dari seluruh panduan ini. Setiap pengecoh harus mewakili satu kekeliruan yang benar-benar ada. Cara paling mudah mendapatkannya: ingat jawaban salah yang paling sering Anda dengar di kelas, lalu jadikan itu pilihan.
- Panjangnya seimbang. Pilihan yang paling panjang dan paling rinci hampir selalu ditebak sebagai kunci. Kalau kunci Anda perlu penjelasan panjang, panjangkan juga yang lain.
- Bentuk tata bahasanya sama. Kalau tiga pilihan dimulai dengan kata kerja dan satu dengan kata benda, yang berbeda itu langsung mencurigakan.
- Hindari "semua benar" dan "tidak ada yang benar". Keduanya lebih sering menguji kemampuan mengerjakan soal daripada menguji materi.
- Jangan ada dua pilihan yang bisa sama-sama benar. Kalau peserta bisa berdebat, soalnya yang salah, bukan pesertanya.
Menaikkan tingkat berpikir tanpa mempersulit bacaan
Soal hafalan bertanya "apa". Soal penalaran bertanya "kalau begini, apa yang terjadi". Perubahannya sering kali cuma satu kalimat:
Hafalan: Apa fungsi katup pengaman pada bejana tekan?
Penalaran: Tekanan di dalam bejana naik melewati batas kerja dan katup pengaman tidak terbuka. Apa yang paling mungkin terjadi lebih dulu?
Bentuk kedua tetap satu soal pilihan ganda, tetap cepat dijawab, tetapi tidak bisa dijawab benar dengan menghafal definisi.
Membaca hasilnya
Di sinilah pengecoh yang baik membayar dirinya. Kalau sebuah soal dijawab salah oleh separuh kelas dan hampir semuanya memilih pilihan yang sama, Anda tidak sedang melihat kelas yang tidak belajar — Anda sedang melihat satu salah paham yang dianut bersama. Itu informasi yang jauh lebih berguna daripada nilai rata-rata, dan bisa langsung diluruskan di kelas yang sama.
Sebaliknya, kalau jawaban salahnya tersebar merata ke semua pilihan, biasanya artinya peserta menebak — soalnya terlalu sulit, terlalu kabur, atau materinya memang belum tersampaikan.
Daftar periksa singkat
- Pokok soal bisa dijawab tanpa melihat pilihan.
- Tidak ada kata negatif tersembunyi.
- Semua pilihan seimbang panjang dan bentuknya.
- Tiap pengecoh mewakili satu salah paham yang nyata.
- Tidak ada dua pilihan yang bisa dibela sama benarnya.
- Sudah dibaca sekali dari layar ponsel.